Terbentuknya Propolis

Spesies lebah madu yang aktif mencari propolis adalah Apis mellifera, yakni lebah madu yang berasal dari daerah barat. Sementara itu, lebah yang tidak bersengat, baik jenis Trigona maupun Meliponini, diketahui juga mengumpulkan sejenis substansi berisi resin yang lengket untuk merekatkan sarang dan membangun tempat penyimpanan pollen dan madu yang konon memiliki efek serupa dengan propolis lebah madu. Saat ini, propolis dari lebah madu bersengat sedang diteliti keampuhannya untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.

Lebah madu pengelana mengumpulkan propolis hanya pada hari-hari tertentu, yakni ketika udara hangat agar cairan resin menjadi lebih lembut dan elastis. Biasanya, lebah pengelana pemburu propolis mendekati resin, lalu menggigitnya dengan rahang hingga membentuk sebuah bongkah kecil.

Bongkahan kecil selanjutnya disimpan di dalam kantong pollen di kaki lebah. Prosedur ini dilakukan berulang kali hingga kantong pollen di kedua kakinya penuh dan seimbang. Proses ini bisa dilakukan hingga satu jam, berpindah dari satu sumber resin ke sumber yang lain.

Setelah kantong penuh, lebah pengelana pulang ke sarang dan bertemu dengan lebah sarang atau lebah rumah yang akan menbantunya mengangkat resin yang terkumpul. Para lebah rumah menggigit bongkah resin yang terkumpul di kantong pollen lebah pengelana, mencampurnya dengan lilin lebah, dan menekan kuat ke area sarang yang dibutuhkan.

Propolis merupakan substansi resin alami yang mempunyai karakter sebagai berikut :

– Aroma wangi
– Sangat lengket pada suhu sarang saat baru dibentuk
– Mengeras pada suhu dibawah 15 derajat Celcius
– Mudah pecah di bawah suhu 5 derajat Celcius
– Bersifat lembut, elastis dan sangat lengket pada suhu 25-45 derajat Celcius
– Di atas suhu 45 derajat Celcius, propolis akan semakin lengket seperti permen karet
– Pada suhu 60 derajat dan 70 – 100 derajat Celcius propolis akan mencair

Komposisi Propolis

Hingga kini masih terus bermunculan laporan kandungan zat-zat baru dalam propolis. Tahun 1990, peneliti Oxford menemukan sekitar 150 mikroelemen. Belakangan ini, diduga telah bertambah 30 mikroelemen baru. Keanekaragaman ini disebabkan oleh bahan dasar propolis yang diambil dari berbagai jenis tumbuhan yng tumbuh di daerah dengan iklim yang berbeda.

Untuk membuat propolis, dibutuhkan bahan dari berbagai proses kimiawi tumbuhan sebagai sumbernya. Kita ketahui, begitu banyak jenis tumbuhan yang hidup di muka bumi ini. Hal ini yang menyebabkan betapa bervariasinya komposisi propolis. Jadi, tidak mengherankan jika hingga kini masih ditemukan komposisi baru propolis karena begitu beragamnya jenis tumbuhan yang ada.

Jenis propolis yang banyak diteliti pada dekade terakhir adalah propolis asal Eropa yang bersumber dari resin tumbuhan Populus nigra, propolis asal Brazil yang bersumber dari resin daun Baccharis dracunculifolia, dan propolis asal Cuba yang bersumber dari resin bunga Clusia sp. Penelitian jenis propolis tersebut banyak dikaitkan dengan manfaatnya untuk kesehatan


=====================================

>>> Order Propolis Melia Nature, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Propolis and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *